Cinta Tanpa
Syarat
Ana (22) adalah sosok wanita idaman di kampusnya,kepribadiannya yang
cerdas,supel dan mandiri menjadi alasan utaman mengapa banyak laki – laki di
kampus tertarik padanya.Tidak hanya para mahasiswa bahkan dosen – dosen pun
juga tertarik untuk mendekatinya karena itu ia sering mendapatkan banyak perhatian
dari laki – laki yang menyukainya,mulai dari membantu membuat tugas
kuliah,menolongnya berjualan pecel di kampus bahkan banyak dosen – dosen yang
memberinya nilai yang sempurna dalam perkuliahan,namun anehnya dari sekian
banyak laki – laki yang mendekatinya tidak ada satupun yang bisa mengambil
hatinya,alasannya ia masih ingin fokus kuliah.Salah satu dari sekian laki –
laki yang menyukainya adalah Rangga (22) yang juga teman sekelas Ana.Namun sikap
sombongnya membuat hubungannya dengan
Ana tidak terjalin dengan baik,ia sering terlibat pertengkaran dan cek – cok
mulut dengan Ana yang semakin membuatnya sulit untuk mengungkapkan perasaannya
kepada Ana.
Suatu ketika saat Ana pulang kuliah ia melihat kedua orang tua Rangga
sedang membicarakan hal serius dengan dengan ibunya di ruang tamu,ia pun diam –
diam berusaha mendengar apa yang dibicarakan mereka dan betapa terkejutnya ia
mengetahui bahwa dirinya akan dijodohkan dengan Rangga,Ana pun mengatakan
kepada ibunya bahwa ia tidak ingin dijodohkan dengan Rangga namun ibunya
mengatakan ia sebaiknya menerima perjodohan ini karena ayah Rangga adalah teman
baik ayahnya yang selalu membantu saat ayahnya dalam kesulitan,berbeda halnya
dengan Rangga yang sangat senang dengan perjodohan tersebut dan siap melakukan
apapun agar perjodohan tersebut berhasil.
Ana masih bersikeras untuk menolak perjodohan tersebut,ia pun berpikir
keras bagaimana agar perjodohan itu tidak berhasil.Akhirnya ia menetapkan
syarat kepada Rangga untuk bisa menjadi
kekasihnya,syarat yang pertama yang diberikannya kepada Rangga adalah tidak
boleh memakai semua fasilitas mewah yang diberikan orang tuanya selama satu
minggu penuh kapanpun dan dimanapun,dengan berat hati Rangga pun menyanggupi
persyaratan tersebut berbagai peristiwa lucu terjadi saat ia menjalani
persyaratan itu mulai dari disuruh mencuci piring karena uangnya tidak cukup
saat makan diwarung,selalu terlambat kekampus karena kewalahan mencari ojek
saat hendak pergi kekampus sampai hampir dihakimi massa saat ia ingin mengambil
uang di ATM karena ia disangka ingin melakukan pembobolan,setelah susah payah
menjalani persyaratan tersebut akhirnya Rangga dapat menyelesaikannya.
Syarat yang kedua yang diberikan Ana adalah Rangga harus mengajak adiknya
Rio (13) yang super duper nakal untuk bermain seharian,karena tidak mengetahui
karakter dari adiknya Ana,Rangga pun dengan mudahnya menyanggupi hal
tersebut.Betapa terkejutnya ia saat mengetahui ternyata Rio tidak seperti yang
ia harapkan,ia pun menjadi bulan – bulanan dari kenakalan Rio mulai dari
dipaksa menggendong Rio ke taman bermain,dipaksa makan makanan yang pedasnya
luar biasa sampai diberi obat pencuci perut dalam minumannya.Ketika pulang dari
bermain bersama Rangga,Rio berterima kasih kepada Rangga karena sebelumnya ia
belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini,Rangga pun merasa senang dengan
pernyataan tersebut selain karena telah menyelesaikan persyaratan kedua ia juga
merasa senang karena bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain.
Sesampai dirumah Rio ditanyai oleh kakaknyas bagaimana aktivitasnya
seharian tadi,ia pun mengungkapkan kegembiraannya kepada kakaknya ia mengatakan
suatu saat ingin pergi bersama Rangga lagi.Ana pun tersentuh oleh pernyataan
adiknya ternyata pria yang selama ini dibencinya punya empati yang tinggi
terhadap orang lain,mulai dari hari itu benih – benih cintapun mulai muncul
dihati Ana ia sering melamun saat bekerja,sering terbayang – bayang wajah
Rangga hingga susah tidur dan sering diam - diam memperhatikan Rangga pada saat
dikampus.
Sejak peristiwa itu hubungan Rangga dan Ana semakin dekat.Mereka sering
pergi bersama ke kampus,belajar bersama bahkan di waktu senggangnya Rangga
menyempatkan diri untuk membantu Ana berjualan pecel,Rangga pun juga semakin
dekat dengan ibu dan adik Ana begitupun sebaliknya.
Suatu hari Rangga tidak sengaja melihat foto – foto yang ada di kamar Ana,ia
pun takjub sekaligus penasaran mengapa banyak sekali terdapat foto bunga
Edelweiss disana.Rangga pun menanyakan hal tersebut kepada Ana mengapa terdapat
banyak sekali foto bunga Edelweiss di kamarnya,Ana pun menjelaskan
ketertarikannya dengan bunga Edelweiss karena bunga itu mengingatkan dirinya
dengan sosok ayahnya karena dulu ketika sepulang bertugas ayahnya selalu
membawakannya rangkaian bunga Edelweiss.
Rangga pun menawarkan diri untuk membawakan Ana rangkaian bunga Edelweiss langsung
dari gunung dengan permintaan tidak ada lagi persyaratan yang diajukan
kepadanya,Ana pun dengan senang hati menyetujui hal tersebut.
Beberapa hari kemudian saat Ana sedang belajar dikelasnya tiba – tiba tema
Tito(22) teman Rangga mendatanginya sambil marah – marah,ia bertanya kepada Ana
mengapa ia begitu teganya membiarkan Rangga mendaki gunung sendirian padahal
Rangga telah lama mengidap penyakit vertigo yang bisa saja membahayakan dirinya
saat mendaki.Mendengar pernyataan tersebut Ana sangat terkejut dan langsung
bergegas menuju rumah Rangga untuk menahannya namun ternyata usahanya sia –
sia,Rangga telah pergi sejak tadi pagi.
Tiba – tiba terdengar kabar Rangga terjatuh dari gunung karena penyakit
vertigonya kambuh dan harus mendapatkan perawatan intensif,orang tua Rangga
memutuskan untuk membawanya untuk menjalani pengobatannya di luar negeri.Ana
sangat menyesal terhadap apa yang telah dilakukannya,hari – harinya pun dipenuhi
oleh kesedihan karena penyesalannya dan kenangan – kenangan yang indah saat
bersama Rangga.
Beberapa tahun kemudian saat Ana bangun,ia menemukan rangkaian bunga
Edelweiss di meja terasnya beserta tulisan “maaf telah membuat lama menunggu”
dan betapa terkejutnya ia melihat sosok Rangga yang tanpa ia sadari telah
berdiri dibelakangnya.
0 komentar:
Posting Komentar