Senin, 30 November 2015

Cinta Tanpa Syarat

0

Cinta Tanpa Syarat

Ana (22) adalah sosok wanita idaman di kampusnya,kepribadiannya yang cerdas,supel dan mandiri menjadi alasan utaman mengapa banyak laki – laki di kampus tertarik padanya.Tidak hanya para mahasiswa bahkan dosen – dosen pun juga tertarik untuk mendekatinya karena itu ia sering mendapatkan banyak perhatian dari laki – laki yang menyukainya,mulai dari membantu membuat tugas kuliah,menolongnya berjualan pecel di kampus bahkan banyak dosen – dosen yang memberinya nilai yang sempurna dalam perkuliahan,namun anehnya dari sekian banyak laki – laki yang mendekatinya tidak ada satupun yang bisa mengambil hatinya,alasannya ia masih ingin fokus kuliah.Salah satu dari sekian laki – laki yang menyukainya adalah Rangga (22) yang juga teman sekelas Ana.Namun sikap sombongnya  membuat hubungannya dengan Ana tidak terjalin dengan baik,ia sering terlibat pertengkaran dan cek – cok mulut dengan Ana yang semakin membuatnya sulit untuk mengungkapkan perasaannya kepada Ana.
Suatu ketika saat Ana pulang kuliah ia melihat kedua orang tua Rangga sedang membicarakan hal serius dengan dengan ibunya di ruang tamu,ia pun diam – diam berusaha mendengar apa yang dibicarakan mereka dan betapa terkejutnya ia mengetahui bahwa dirinya akan dijodohkan dengan Rangga,Ana pun mengatakan kepada ibunya bahwa ia tidak ingin dijodohkan dengan Rangga namun ibunya mengatakan ia sebaiknya menerima perjodohan ini karena ayah Rangga adalah teman baik ayahnya yang selalu membantu saat ayahnya dalam kesulitan,berbeda halnya dengan Rangga yang sangat senang dengan perjodohan tersebut dan siap melakukan apapun agar perjodohan tersebut berhasil.
Ana masih bersikeras untuk menolak perjodohan tersebut,ia pun berpikir keras bagaimana agar perjodohan itu tidak berhasil.Akhirnya ia menetapkan syarat  kepada Rangga untuk bisa menjadi kekasihnya,syarat yang pertama yang diberikannya kepada Rangga adalah tidak boleh memakai semua fasilitas mewah yang diberikan orang tuanya selama satu minggu penuh kapanpun dan dimanapun,dengan berat hati Rangga pun menyanggupi persyaratan tersebut berbagai peristiwa lucu terjadi saat ia menjalani persyaratan itu mulai dari disuruh mencuci piring karena uangnya tidak cukup saat makan diwarung,selalu terlambat kekampus karena kewalahan mencari ojek saat hendak pergi kekampus sampai hampir dihakimi massa saat ia ingin mengambil uang di ATM karena ia disangka ingin melakukan pembobolan,setelah susah payah menjalani persyaratan tersebut akhirnya Rangga dapat menyelesaikannya.
Syarat yang kedua yang diberikan Ana adalah Rangga harus mengajak adiknya Rio (13) yang super duper nakal untuk bermain seharian,karena tidak mengetahui karakter dari adiknya Ana,Rangga pun dengan mudahnya menyanggupi hal tersebut.Betapa terkejutnya ia saat mengetahui ternyata Rio tidak seperti yang ia harapkan,ia pun menjadi bulan – bulanan dari kenakalan Rio mulai dari dipaksa menggendong Rio ke taman bermain,dipaksa makan makanan yang pedasnya luar biasa sampai diberi obat pencuci perut dalam minumannya.Ketika pulang dari bermain bersama Rangga,Rio berterima kasih kepada Rangga karena sebelumnya ia belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini,Rangga pun merasa senang dengan pernyataan tersebut selain karena telah menyelesaikan persyaratan kedua ia juga merasa senang karena bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain.
Sesampai dirumah Rio ditanyai oleh kakaknyas bagaimana aktivitasnya seharian tadi,ia pun mengungkapkan kegembiraannya kepada kakaknya ia mengatakan suatu saat ingin pergi bersama Rangga lagi.Ana pun tersentuh oleh pernyataan adiknya ternyata pria yang selama ini dibencinya punya empati yang tinggi terhadap orang lain,mulai dari hari itu benih – benih cintapun mulai muncul dihati Ana ia sering melamun saat bekerja,sering terbayang – bayang wajah Rangga hingga susah tidur dan sering diam - diam memperhatikan Rangga pada saat dikampus.
Sejak peristiwa itu hubungan Rangga dan Ana semakin dekat.Mereka sering pergi bersama ke kampus,belajar bersama bahkan di waktu senggangnya Rangga menyempatkan diri untuk membantu Ana berjualan pecel,Rangga pun juga semakin dekat dengan ibu dan adik Ana begitupun sebaliknya.
Suatu hari Rangga tidak sengaja melihat foto – foto yang ada di kamar Ana,ia pun takjub sekaligus penasaran mengapa banyak sekali terdapat foto bunga Edelweiss disana.Rangga pun menanyakan hal tersebut kepada Ana mengapa terdapat banyak sekali foto bunga Edelweiss di kamarnya,Ana pun menjelaskan ketertarikannya dengan bunga Edelweiss karena bunga itu mengingatkan dirinya dengan sosok ayahnya karena dulu ketika sepulang bertugas ayahnya selalu membawakannya rangkaian bunga Edelweiss.
Rangga pun menawarkan diri untuk membawakan Ana rangkaian bunga Edelweiss langsung dari gunung dengan permintaan tidak ada lagi persyaratan yang diajukan kepadanya,Ana pun dengan senang hati menyetujui hal tersebut.
Beberapa hari kemudian saat Ana sedang belajar dikelasnya tiba – tiba tema Tito(22) teman Rangga mendatanginya sambil marah – marah,ia bertanya kepada Ana mengapa ia begitu teganya membiarkan Rangga mendaki gunung sendirian padahal Rangga telah lama mengidap penyakit vertigo yang bisa saja membahayakan dirinya saat mendaki.Mendengar pernyataan tersebut Ana sangat terkejut dan langsung bergegas menuju rumah Rangga untuk menahannya namun ternyata usahanya sia – sia,Rangga telah pergi sejak tadi pagi.
Tiba – tiba terdengar kabar Rangga terjatuh dari gunung karena penyakit vertigonya kambuh dan harus mendapatkan perawatan intensif,orang tua Rangga memutuskan untuk membawanya untuk menjalani pengobatannya di luar negeri.Ana sangat menyesal terhadap apa yang telah dilakukannya,hari – harinya pun dipenuhi oleh kesedihan karena penyesalannya dan kenangan – kenangan yang indah saat bersama Rangga.

Beberapa tahun kemudian saat Ana bangun,ia menemukan rangkaian bunga Edelweiss di meja terasnya beserta tulisan “maaf telah membuat lama menunggu” dan betapa terkejutnya ia melihat sosok Rangga yang tanpa ia sadari telah berdiri dibelakangnya.

HIMA ADMIRA Adakan Upgrading Kepengurusan 2015

0

TIM REPORTASE - HIMA ADMIRA ( Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara) FISIP UNIB akan mengadakan acara upgrading kepengurusan pada hari Minggu (20/12/15) nanti.Besarnya kegiatan yang akan diadakan memaksa anggota HIMA melakukan persiapan yang matang menjelang acara upgrading "untuk persiapan sendiri kami dari seksi DANUS akan fokus kepada pencarian dana seperti mencari sponsor dan donatur,salah satunya dengan cara menjual produk sponsor seperti ini" ujar Indra selaku koordinator DANUS saat ditemui tim reportase di lantai bawah GB II UNIB pada hari Senin (30/11/15) ketika sedang berada di stan penjualan es krim Walls.

Kegiatan yang bertema Tingkatkan Pemahaman Dalam Berorganisasi dan Solidaritas bersama PS - KA ini akan diadakan di Ruang 11 GB UNIB.Kegiatan ini akan diawali dengan Recheking Peserta pada pukul 12.30 - 13.00,setelah Recheking Peserta selesai dilaksanakan,acara akan dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara kemudian langsung dilanjutkan pada penyampaian materi pertama oleh Bopi Saputra Dinata selaku Ketua HIMA ADMIRA dan penyampaian materi kedua oleh Hester selaku Ketua Ikal (Ikatan Alumni),setelah acara formal selesai dilaksanakan,acara akan dilanjutkan dengan kegiatan Outbond sampai dengan waktu istirahat.Pada malam harinya,acara akan diawali dengan pembukaan PS - KA kemudian akan ditutup dengan penampilan inagurasi pada Puncak Solidarity.

Dalam penjelasannya Indra juga mengatakan acara upgrading kepengurusan ini ditujukan agar Mahasiswa Administrasi Negara UNIB dapat menambah pengetahuan di dalam bidang organisasi,membentuk karakter - karakter dan pribadi yang lebih baik serta menumbuhkan solidaritas antar mahasiswa.

Minggu, 22 November 2015

Aku Selalu Senang Akan Datangnya Hujan

0






Aku selalu senang akan datangnya hujan.

Hujan selalu memberikan kesejukan dan kedamaian pada setiap tetesnya,membuat semua hiruk pikuk yang terjadi di alam ini terdiam sejenak,seolah terpana dan menikmati kedamaian yang diciptakan oleh setiap tetes hujan yang turun.
Meski kehadirannya tidak selalu dianggap baik,hujan tidak pernah lelah menyejukkan semesta.
Bahkan pada saat kepergiannya,hujan mempunyai cara yang manis dalam mengucap salam perpisahan,ia menghadirkan lengkungan indah penuh warna di cakrawala,sebagai harapnya akan kebahagiaan selepas kepergiannya.